
UPA Taman Agroteknologi – Pada tanggal 18 Maret 2025, dengan penuh semangat, Ir. Chandra Negara selaku Pengelola Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Dinas Pertanian Jember memberikan pendampingan intensif budidaya anggrek kepada staf divisi anggrek di UPA Taman Agroteknologi, menanamkan ilmu dan teknik untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan pembungaan tanaman.
Mengungkap Tips dan Trik Pertumbuhan Anggrek
Dalam sesi tanya jawab, narasumber mengungkap beberapa rahasia agar anggrek dapat tumbuh optimal. “Kunci utama adalah memberi perawatan yang tepat sesuai tahap pertumbuhan. Saat tanaman masih muda, pemberian pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi sangat penting untuk merangsang pertumbuhan vegetatif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pencahayaan juga memainkan peranan penting—tanaman anggrek harus mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, terutama dengan memastikan atap kaca dibersihkan dan dilengkapi dengan waring 50% agar intensitas cahayanya optimal.
Perawatan Anggrek: Teknik Split dan Penyiraman Terukur
Tidak hanya itu, narasumber juga menjelaskan secara detail mengenai teknik perawatan split. “Jika dalam satu pot sudah terdapat banyak batang, sebaiknya dilakukan perawatan split saat tanaman tidak dalam masa pembungaan. Teknik ini dimulai dari perendaman tanaman dalam air agar batang dapat terlepas dengan mudah, kemudian dipotong dan ditanam minimal dua batang per pot. Tujuannya untuk memperbanyak tanaman dan mencegah kelebihan akar dalam satu pot,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya penjarangan akar untuk menjaga kesehatan tanaman. Selain itu, pengaturan penyiraman yang tepat juga menjadi kunci, terutama ketika menggunakan media arang dan moss. “Penyiraman di pagi hari sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9, dan di sore hari tepat pada jam 3. Pola penyiraman tersebut membuat kondisi tanaman menjadi basah-kering-basah-kering yang akan merangsang akar mencari air dan menghindari kondisi lembab yang berisiko menumbuhkan jamur,” jelasnya.
Saran Budidaya untuk Hasil yang Maksimal
Tak hanya sekadar teknik perawatan, narasumber memberikan saran untuk meningkatkan hasil budidaya anggrek di UPA Taman Agroteknologi. Ia mengingatkan bahwa pencahayaan yang kurang dapat menyebabkan tanaman mengalami etiolasi, di mana pertumbuhannya akan menjadi tidak optimal dan tidak terstimulasi untuk pembungaan. “Pastikan mendapatkan cahaya penuh dan ventilasi yang baik. Jika area cenderung lembab karena media moss yang terus basah, segeralah lakukan penyesuaian penyiraman agar tidak menimbulkan pembusukan,” ujarnya dengan tegas.
Kegiatan Pendampingan yang Menginspirasi
Kegiatan pendampingan ini tidak hanya menyajikan pengetahuan teknis, tetapi juga menginspirasi para staf divisi anggrek untuk mengembangkan potensi budidaya anggrek. Semoga informasi ini dapat menginspirasi untuk terus berkarya dan mengembangkan keindahan alam melalui tanaman anggrek.

